Gereja Katolik Kristus Raja Serang

Jl. H. Abdullah No. 2 Serang 42111.

Pastor Gereja Katolik Kristus Raja Serang

RD. St. Maria Sumardiyo Adipranoto, RD. Thomas Gregorius Slamet Riyadi dan RD Stefanus Edwin Ticoalu.

Pengurus Lingkungan 2014 - 2017

Pengukuhan pengurus lingkungan periode 2014 - 2017 oleh RD. Agustinus Herman Yosef Sudarto, Mei 2014.

Pesta Nama Pelindung GKR

Perarakan panji - panji lingkungan dan organisasi.

Wisata Rohani

Wisata Rohani Gua Maria Sawer Rahmat Kuningan, Oktober 2014.

APP pertemuan I

Kegiatan Aksi Puasa Pembangunan 2016, Aula TK Mardi Yuana.

Wisata Rohani

Wisata Rohani Gua Maria Kerep Ambarawa, 6 - 7 Mei 2016.

Senin, 09 Mei 2016

Wisata Rohani GMKA 6 - 7 Mei 2016



Ziarah
Umat St. Fransiskus Assisi

Jumat pagi, 6 Mei 2016, seiring dengan matahari menampakkan senyumnya, gerbang perumahan Widya Asri-Serang kedatangan para peziarah dari lingkungan St. FRANSISKUS ASSISI - Paroki Kristus Raja, Serang. Ya... benar sekali, umat SFA hendak melakukan peziarahan.

Sebelum cerita ini berlanjut, kita kembali terlebih dahulu ke beberapa bulan sebelumnya. Dalam rapat pengurus SFA muncul ide -yang sekaligus sebagai program lingkungan, untuk menyelenggarakan Ziarah Lingkungan. Gayung bersambut, bertepatan dengan Bulan yang diperingati sebagai Bulan Maria, dan sejalan dengan anjuran dalam menjalani Tahun Kerahiman Ilahi (Miscericordiae Vultus) yang telah dicanangkan oleh Bapa Suci Paus Fransiskus, maka direncanakanlah kegiatan Ziarah Lingkungan SFA ini dengan membentuk panitia Ziarah SFA.

Dalam perjalanan persiapannya, tentunya tidaklah mudah, banyak sekali pertimbangan yang musti diperhitungkan oleh pengurus lingkungan dan panitia, namun pengurus dan panitia selalu mengutamakan kebersamaan dan kebaikan manfaat bagi umat SFA dalam setiap pembahasan. PUJI TUHAN atas bimbingan Roh Kudus, maka bisa matanglah persiapan Ziarah SFA-Mei 2016 tersebut, dengan lokasi Ziarah adalah Gua Maria Assumpta (Maria Diangkat ke Sorga) yang berlokasi di Desa Kerep, Ambarawa-Jawa Tengah (GMKA)

Nah... sekarang kita lanjutkan cerita di awal tadi. Kebetulan penulis walaupun termasuk dalam peserta ziarah kali ini, namun penulis tidak ikut dalam pemberangkatan dari Serang menuju Ambarawa. Jadi cerita di perjalanan berangkat penulis tidak bisa bercerita (semoga peserta yg lain bisa sharing di artikel lainnya)
Kita langsung saja berada di Puri Agung Hotel & Resort, di Desa Bandungan-Ambarawa (sekitar 15 km dari Desa Kerep). Penulis tiba duluan di tempat ini sedari Jumat siang pk 12.00 WIB. Tempat ini dipilih panitia sebagai tempat persinggahan utk umat SFA sebelum menjalani Ziarah ke GMKA esok hari. Pk 18.00 , dari area depan penginapan terdengar suara terompet nyaring... teloleeeet... teloleeeet... dan nampaklah 1 bus warna hijau cantik yang membawa rombongan peserta ziarah memasuki lokasi penginapan.

Setiba di penginapan, peserta langsung memasuki kamar-kamar yang telah dipersiapkan sebelumnya. Selama sore hari ini, sambil melepas lele... eh maaf, melepas lelah, peserta melakukan bersih bersih diri alias mandi.
Tepat jam makan malam, peserta berkumpul di pendopo penginapan. Sebungkus nasi kotak dan sebotol air mineral tersedia di hadapan masing-masing peserta, tak lupa disediakan juga makanan fast food bagi peserta yang masih anak-anak. Setelah diawali dengan Doa makan yg dibawakan oleh Ibu Isma -salah satu peserta ziarah - dengan lahap dan gembira, dan dalam suasana yang penuh kekeluargaan, lauk pauk tadi disantap bersama.

Bertepatan dengan Novena Roh Kudus hari yang pertama, setelah makan malam acara kemudian dilanjutkan dengan ibadat Novena Roh Kudus, dan di dalamnya diselipkan Doa Malam untuk penghantar istirahat malam. Dalam acara ini, penulis mendapatkan tugas untuk membawakan Ibadat, dibantu oleh mbak Diana-pemimpin lagu, pak Suroyo-pemusik, dan yang tidak asing lagi di SFA untuk membawakan renungan adalah pak Suhar.

Selesai ibadat Novena, waktu masih menunjukkan pk 20.30, peserta masih ingin melanjutkan suasana gembira ini dengan bercengkarama, bernyanyi bersama, dan bahkan ada beberapa ibu-ibu enerjik yang menghibur dengan tarian spontan.  Karena masih terlarut dalam suasana kegembiraan, maka untuk menutup hari ini dibawakan Doa Pengantar Tidur oleh Ibu Sisca. Kemudian secara bersama-sama, berjalan beriringan, para peserta menuju ke kamar masing-masing untuk istirahat malam.

Kukuruyuuuuuk.... meskipun tidak ada suara ayam jago, tepat pk 06.00 di pagi hari yang cerah, dengan suasana perbukitan yang sejuk, para peserta berkumpul kembali di pendopo untuk mengadakan Ibadat Pagi (Laudes). Tim ibadat sehari sebelumnya bertugas kembali membawakan Laudes.

Keseruan dimulai kembali seusai Laudes, diawali dengan senam peregangan yang dipimpin oleh pak Suhar (cukup senior juga lhoooh untuk membawakan senam), kemudian dilanjutkan dengan nyanyian-nyanyian yang menggugah suasana, salah satunya adalah menyanyikan lagu "Jalan serta Yesus". Di sinilah yang paling seru, karena atas masukan dari Sdri. Yani, para peserta sedikit "dikerjain" sambil menyanyikan lagu tsb.

Setelah mandi dan persiapan check out, pk 07.30 sarapan pagi dimulai di ruang resto Puri Agung. Menu sarapan pagi sungguh menggugah selera, ada 2 macam nasi : nasi goreng dan nasi putih, diiringi dengan kentang, tempe, dan saus manis, dan tak lupa juga ada sayuran segar yang dihidangkan (meskipun penulis kurang begitu suka sayur... heheee...). Sembari makan, peserta dihibur oleh biduan-biduanita SFA, yaaaah walaupun belum lolos The Voice Indonesia, tapi penyanyi2 ini cukup menghibur peserta yang sedang menikmati sarapan.

Pukul 8 lewat, sebelum meninggalkan penginapan, para peserta berfoto bersama terlebih dahulu di sekitar penginapan. Dan setelah ini, semua peserta memasuki bus daaaaaaan.... teloleeet... teloleeet... bus melewati gerbang Puri Agung untuk bergerak menuju Gua Maria Kerep Ambarawa.

Sekitar pukul 9 tibalah rombongan di tempat transit, yaitu di Gereja Paroki St. Yusup-Ambarawa atau yang lebih dikenal dengan sebutan “gereja jago”, dari sini rombongan berganti angkutan ke 3 buah mikrolet/kopas untuk menuju komplek GMKA. Setibanya di komplek GMKA, rombongan melakukan photo bersama terlebih dahulu dengan latar belakang patung Maria Assumpta. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Jalan Salib yang menempuh rute kecil (terdapat 2 jenis rute Jalan Salib di komplek GMKA)

Hal yang membuat penulis sangat terkesan adalah kelompok Jalan Salib SFA terbagi dua, yakni kelompok anak-anak dan OMK, serta kelompok Dewasa. Penulis mengikuti kelompok yang pertama, di sini penulis mendapatkan kesan yang sangat mendalam bersama-sama dengan kepolosan anak-anak yang masih kecil, mereka berdoa bersama menelusuri 14 perhentian Kisah Sengsara Yesus.

Di akhir perjalanan salib tersebut, kedua kelompok berkumpul kembali di depan Gua Maria. Di sini peserta Ziarah berdoa Rosario seperti yang diajarkan oleh Sang Bunda sendiri. Seusai berdoa Rosario bersama, peserta diberi kesempatan untuk memanjatkan doa pribadi di hadapan Bunda Maria, sambil menyalakan lilin yang sebelumnya dibagikan oleh panitia. Di samping Gua Maria terdapat sumber mata air Kerep yang menyegarkan, dan dipercaya juga sebagai mata air yang suci. Dengan tidak melewatkan kesempatan, peserta ziarah juga mengambil air dari sumber tersebut.

Ketika tiba waktunya untuk makan siang, peserta diarahkan ke kantin yang berada di sebelah komplek GMKA. Dalam suasana yang tetap hangat dan gembira, santap siang berupa Soto daging (atau coto Makassar itu yah????) disantap bersama-sama didampingi dengan segelas teh manis hangat.
Seusai santap siang, peserta diberikan waktu bebas untuk mengeksplorasi suasana GMKA, ada yang memanfaatkannya dengan shopping rohani, ada yang bermain-main di “taman teletubbies”, dan ada pula yang melepas lelah dengan bercengkarama di teras sekretariat GMKA.

Sekitar pukul 15.30 rombongan kembali ke tempat transit (gereja jago) untuk mempersiapkan diri mengikuti Perayaan Ekaristi. Tepat pk 17.00 ketika lonceng Gereja berdentang nyaring, Peziarahan ditutup dengan Perayaan Ekaristi di Gereja Jago, sekaligus Novena Roh Kudus hari yang kedua.

Pukul 19.00, diawali dengan doa mohon berkat dalam perjalanan, rombongan beranjak dari gereja jago menuju kota Serang. Perjalanan cukup lancer, rombongan tidak menemui kemacetan yang berarti, sehingga kurang lebih pukul 06.15 keesokan harinya, ketika Sang Surya kembali menampakkan wajahnya, bus menyuarakan teloleeet-nya… yang menandakan rombongan tiba kembali di kota Serang dengan selamat dan gembira.


mBambesh-SFA 2016
-ditulis sembari menunggu di cucian motor sambil menikmati jus buah yang segar-

Selasa, 01 Maret 2016

Pertemuan APP IV



PERTEMUAN IV
KEHADIRAN ALLAH DALAM KELUARGA 
YANG BERSEMANGAT PANTANG MENYERAH

Tujuan : Umat menyadari dan memahami bahwa penyelenggaraan ilahi selalu ada kehidupan dalam keluarga Katolik yang bersemangat pantang menyerah.

PEMBUKAAN

Lagu Pembuka

Tanda Salib dan Salam
P: † Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus.
U: Amin.
P: Semoga Bapa melindungi kita dengan sabda-Nya, semoga Yesus mengajar kita menerima sabda Allah dalam hidup kita dan semoga Roh Kudus memampukan kita untuk melaksanakan sabda Allah dalam hidup kita.

U: Sekarang dan selama-lamanya.

Pengantar

Saudara-saudari yang terkasih pada pertemuan pertama, kita telah mengamati tantangan-tantangan yang ada dalam kehidupan keluarga Katolik saat ini.

Pada pertemuan kedua, kita diajak untuk menyadari bahwa kasih adalah yang mendasari hal ihwal kehidupan keluarga Katolik.

Pada pertemuan ketiga, kita telah menyadari bahwa kasih itulah yang membuat keluarga Katolik memiliki semangat pantang menyerah dalam kehidupannya.

Dan kini dalam pertemuan keempat (pertemuan terakhir) kita akan mencoba menggali bagaimana peran Allah di dalam keluarga yang bersemangat pantang menyerah. Kita diharapkan “mengembalikan” semua upaya kita kepada Sang Penyelenggara Ilahi sehingga Masa Prapaskah ini menjadi kesempatan bagi keluarga kita untuk semakin bertumbuh dalam Tuhan.

Pernyataan Tobat

P: Saudara-saudari, sebelum kita mendengarkan Sabda Allah dan merenungkannya, marilah kita menyiapkan diri dengan mohon ampun kepada Allah atas dosa-dosa kita.

− hening sejenak −

P: Tuhan Yesus Kristus, Engkau datang dari Bapa membawa hukum dan perintah Allah untuk keluarga kami. Namun keluarga kami sering tidak menerima hukum dan perintah Allah itu dengan tulus hati. Tuhan, kasihanilah kami.

U: Tuhan, kasihanilah kami.

P: Tuhan Yesus Kristus, Engkau mengajarkan keluarga kami kebaikan dan mengerjakan mukjizat keselamatan. Namun keluarga kami sering menolak keselamatan itu. Kristus, kasihanilah kami.

U: Kristus, kasihanilah kami.

P: Tuhan Yesus Kristus, Engkau kembali kepada Bapa di surga dan mengutus Roh Kudus agar keluarga kami mampu melaksanakan sabda Allah. Namun keluarga kami sering tidak berbuat baik kepada sesama. Tuhan, kasihanilah kami.

U: Tuhan, kasihanilah kami.

P: Semoga Allah yang Maharahim mengasihani kita, mengampuni dosa kita, dan mengantar kita ke hidup yang kekal.

U: Amin.

Doa Pembukaan

P: Marilah kita berdoa

P+U : Allah Bapa yang Mahabaik, Engkau menyatakan kebesaran-Mu di antara para bangsa dengan memilih Israel, berada dekat umat-Mu dan membimbing mereka dengan hukum dan perintah-Mu. Yesus mengajarkan keluarga kami untuk menerima hukum Allah dan menyimpan hukum Allah dalam hati yang murni. Semoga Roh Kudus membantu keluarga kami untuk rendah hati menerima sabda Allah khususnya dalam Masa Prapaskah ini agar keluarga kami dapat melaksanakan hukum Allah dalam hidup keluarga kami setiap hari melalui perbuatan keluarga kami meski kecil sekalipun di hadapan perbuatan Allah yang besar. Dengan demikian keluarga kami selalu dapat memuji dan meluhurkan Dikau, ya Allah Tritunggal yang Mahakudus − Bapa, Putra dan Roh Kudus − sepanjang segala masa. Amin.


PENDALAMAN IMAN

Kisah Kehidupan

Joel dan Lauren memutuskan untuk pindah dari negara bagian Washington ke kampung halaman mereka di Michigan. Karena ingin membawa kenangan terakhir yang indah, mereka membeli kopi dari kafe favorit mereka dan mampir di toko buku favorit mereka.

Di toko itu, mereka membeli dua lembar stiker mobil yang bertuliskan moto favorit dari kota yang akan mereka tinggalkan itu : “Sungguh suatu hari yang indah di Edmonds”.

Setelah dua minggu berkendara dan menempuh jarak sejauh 4.800 km, mereka pun memasuki Michigan. Karena sudah lapar sekaligus ingin merayakan kedatangan mereka, mereka berhenti dan bertanya di mana dapat menemukan restoran.

Walaupun mereka harus berbalik arah beberapa kilometer jauhnya, akhirnya mereka menemukan suatu kafe kecil kuno yang menarik.

Emma, pelayan yang melayani mereka, senang sekali ketika mengetahui bahwa mereka datang dari kampung halamannya, negara bagian Washington. Emma bertanya, “Dari kota apa?”. “Edmonds”, jawab mereka. “Itu tempat kelahiranku!”, jawab Emma.

Untuk berbagi kebahagiaan, Joel mengambil stiker mobil satunya lagi dan memberikannya kepada Emma. Yang ajaib, ternyata stiker itu berasal dari toko ibunya! Stiker tersebut berpindah tangan dari ibunya Emma ke Joel dan Lauren, dan menempuh jarak 4.800 km untuk sampai ke tangan Emma.
 
Bacaan Kitab Suci (Kejadian 45:1-28)

  1. Ketika itu Yusuf tidak dapat menahan hatinya lagi di depan semua orang yang berdiri di dekatnya, lalu berserulah ia: "Suruhlah keluar semua orang dari sini." Maka tidak ada seorang pun yang tinggal di situ bersama-sama Yusuf, ketika ia memperkenalkan dirinya kepada saudara-saudaranya. 
  2. Setelah itu menangislah ia keras-keras, sehingga kedengaran kepada orang Mesir dan kepada seisi istana Firaun. 
  3. Dan Yusuf berkata kepada saudara-saudaranya: "Akulah Yusuf! Masih hidupkah bapa?" Tetapi saudara-saudaranya tidak dapat menjawabnya, sebab mereka takut dan gemetar menghadapi dia. 
  4. Lalu kata Yusuf kepada saudara-saudaranya itu: "Marilah dekat-dekat." Maka mendekatlah mereka. Katanya lagi: "Akulah Yusuf, saudaramu, yang kamu jual ke Mesir. 
  5. Tetapi sekarang, janganlah bersusah hati dan janganlah menyesali diri, karena kamu menjual aku ke sini, sebab untuk memelihara kehidupanlah Allah menyuruh aku mendahului kamu. 
  6. Karena telah dua tahun ada kelaparan dalam negeri ini dan selama lima tahun lagi orang tidak akan membajak atau menuai. 
  7. Maka Allah telah menyuruh aku mendahului kamu untuk menjamin kelanjutan keturunanmu di bumi ini dan untuk memelihara hidupmu, sehingga sebagian besar dari padamu tertolong. 
  8. Jadi bukanlah kamu yang menyuruh aku ke sini, tetapi Allah; Dialah yang telah menempatkan aku sebagai bapa bagi Firaun dan tuan atas seluruh istananya dan sebagai kuasa atas seluruh tanah Mesir. 
  9. Segeralah kamu kembali kepada bapa, dan katakanlah kepadanya: Beginilah kata Yusuf, anakmu: Allah telah menempatkan aku sebagai tuan atas seluruh Mesir; datanglah mendapatkan aku, janganlah tunggu-tunggu. 
  10. Engkau akan tinggal di Tanah Gosyen dan akan dekat kepadaku, engkau serta anak dan cucumu, kambing domba dan lembu sapimu dan segala milikmu. 
  11. Di sanalah aku memelihara engkau  sebab kelaparan ini masih ada lima tahun lagi  supaya engkau jangan jatuh miskin bersama seisi rumahmu dan semua orang yang ikut serta dengan engkau. 
  12. Dan kamu telah melihat dengan mata sendiri, dan saudaraku Benyamin juga, bahwa mulutku sendiri mengatakannya kepadamu. 
  13. Sebab itu ceritakanlah kepada bapa segala kemuliaanku di negeri Mesir ini, dan segala yang telah kamu lihat, kemudian segeralah bawa bapa ke mari." 
  14. Lalu dipeluknyalah leher Benyamin, adiknya itu, dan menangislah ia, dan menangis pulalah Benyamin pada bahu Yusuf. 
  15. Yusuf mencium semua saudaranya itu dengan mesra dan ia menangis sambil memeluk mereka. Sesudah itu barulah saudara-saudaranya bercakap-cakap dengan dia. 
  16. Ketika dalam istana Firaun terdengar kabar, bahwa saudara-saudara Yusuf datang, hal itu diterima dengan baik oleh Firaun dan pegawai-pegawainya. 
  17. Lalu berkatalah Firaun kepada Yusuf: "Katakanlah kepada saudara-saudaramu: Buatlah begini: muatilah binatang-binatangmu dan pergilah ke tanah Kanaan, 
  18. jemputlah ayahmu dan seisi rumahmu dan datanglah mendapatkan aku, maka aku akan memberikan kepadamu apa yang paling baik di tanah Mesir, sehingga kamu akan mengecap kesuburan tanah ini. 
  19. Selanjutnya engkau mendapat perintah mengatakan kepada mereka: Buatlah begini: bawalah kereta dari tanah Mesir untuk anak-anakmu dan isteri-isterimu, jemputlah ayahmu dari sana dan datanglah ke mari. 
  20. Janganlah kamu merasa sayang meninggalkan barang-barangmu, sebab apa yang paling baik di seluruh tanah Mesir ini adalah milikmu." 
  21. Demikianlah dilakukan oleh anak-anak Israel itu. Yusuf memberikan kereta kepada mereka menurut perintah Firaun; juga diberikan kepada mereka bekal di jalan. 
  22. Kepada mereka masing-masing diberikannya sepotong pesalin dan kepada Benyamin diberikannya tiga ratus uang perak dan lima potong pesalin. 
  23. Di samping itu kepada ayahnya dikirimkannya sepuluh ekor keledai jantan, dimuati dengan apa yang paling baik di Mesir, lagipula sepuluh ekor keledai betina, dimuati dengan gandum dan roti dan makanan untuk ayahnya dalam perjalanan. 
  24. Kemudian ia melepas saudara-saudaranya serta berkata kepada mereka: "Janganlah berbantah-bantah di jalan." 
  25. Demikianlah mereka pergi dari tanah Mesir dan sampai di tanah Kanaan, kepada Yakub, ayah mereka. 
  26. Mereka menceritakan kepadanya: "Yusuf masih hidup, bahkan dialah yang menjadi kuasa atas seluruh tanah Mesir." Tetapi hati Yakub tetap dingin, sebab ia tidak dapat mempercayai mereka. 
  27. Tetapi ketika mereka menyampaikan kepadanya segala perkataan yang diucapkan Yusuf, dan ketika dilihatnya kereta yang dikirim oleh Yusuf untuk menjemputnya, maka bangkitlah kembali semangat Yakub, ayah mereka itu. 
  28. Kata Yakub: "Cukuplah itu; anakku Yusuf masih hidup; aku mau pergi melihatnya, sebelum aku mati."


Dialog Interaktif 
Berdasarkan Kisah Kehidupan dan Bacaan Kitab Suci

  1. Berdasarkan kisah di atas, menurut Anda, apa yang dialami Emma merupakan suatu kebetulan belaka? Silahkan mengungkapkan pendapat Anda.
  2. Dari bacaan Kitab Suci : Mengapa saudara-saudara Yusuf mengambil resiko dengan pergi ke Mesir? Apakah keluarga Yusuf menyerah pada keadaan?
  3. Dari bacaan Kitab Suci : Apakah ada peran Tuhan dalam kisah di atas? Jika ada, bagaimana Tuhan berperan dalam menyelamatkan keluarga Yusuf?
  4. Apakah Anda (dan keluarga Anda) pernah memiliki semangat pantang menyerah dalam meniti kehidupan sehari-hari? Sharingkan!
  5. Apakah dalam semangat pantang menyerah tersebut, Anda (dan keluarga Anda) menyadari tangan Tuhan bekerja untuk menyelamatkan keluarga Anda? Sharingkan!
  6. Dalam Masa Prapaskah kita diharapkan melakukan suatu aksi/tindakan sebagai wujud pertobatan kita. Jika memungkinkan, silahkan merencanakan aksi bersama sesuai dengan tema Aksi Puasa Pembangunan : “KELUARGA BERSEMANGAT PANTANG MENYERAH”!


POKOK-POKOK RANGKUMAN/RENUNGAN

Puncak dari seluruh kisah ini termaktub dalam pernyataan Yusuf, "Jadi bukanlah kamu yang menyuruh aku ke sini, tetapi Allah; Dialah yang telah menempatkan aku sebagai bapa bagi Firaun dan tuan atas seluruh tanah Mesir" (Kej 45:8).

Nanti pernyataan ini akan  diulang kembali dalam Kej 50:20. Dalam ayat yang singkat ini terkandung teologi yang sangat dalam, yakni "Penyelenggaraan Ilahi" (Providentia Divina). Dengan pernyataan itu, Yusuf bukan hanya memaafkan perbuatan saudaranya, tetapi juga melihat "Tangan Tuhan" yang memakai kesalahan para saudaranya demi keselamatan keluarganya.

Secara sepintas, kisah Yusuf tidak begitu menonjol sebagai "sejarah keselamatan" bila dibandingkan dengan kisah para bapa bangsa Abraham, Ishak, dan Yakub di mana tema "janji Allah" sangat mencolok. Tema itu absen dalam kisah Yusuf ini.

Dengan kata lain, sejarah keselamatan tidak langsung kentara. Namun, di situlah terletak kekuatan kisah ini, yaitu ketika Tuhan mengubah kejahatan dalam sejarah seorang anak manusia menjadi kebaikan.

Bila tema janji Allah agak kabur, tema penyelenggaraan ilahi menjadi kentara. Inilah yang boleh kita sebut sebagai tuntunan tangan Tuhan yang tersembunyi dan diam-diam dalam sejarah.

Dalam kisah Yusuf ini, setelah diceritakan sedemikian banyak hal yang dibuat oleh manusia, pada akhirnya  dari pernyataan Yusuf sendiri satu-satunya yang bertindak dalam seluruh peristiwa adalah Allah, bukan para saudaranya yang "mengirim" Yusuf ke Mesir.

Selebihnya, kisah tentang Yusuf dan keluarganya (Kej 45:16-50:26) menjadi penutup kisah inti di atas tadi.

Keluarga-keluarga Katolik juga diajak untuk menyadari bahwa dalam berbagai peristiwa hidupnya, entah suka maupun duka, selalu ada penyelenggaraan ilahi. Dari pihak kita hanya dituntut semangat untuk memperjuangkannya secara aktif dalam iman.

DOA UMAT

P: Allah Bapa yang Mahabaik, Engkau selalu berbicara kepada keluarga kami dengan menyampaikan kehendak-Mu. Yesus mengajarkan keluarga kami untuk menerima sabda Allah dan melaksanakannya. Dalam kuasa Roh Kudus, keluarga kami mau menyampaikan doa-doa permohonan kami ini.

L:  Semoga keluarga kami sebagai Gereja rumah tangga dapat hidup dari sabda Allah sehingga membawa sabda Allah itu kepada semua orang. Kami mohon…

U: Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

L: Semoga Masa Prapaskah ini menyadarkan semua keluarga Katolik untuk sungguh merenungkan sabda Allah dan menjadikan sabda Allah sebagai pedoman hidup. Kami mohon…

U: Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

L: Semoga keluarga kami menyimpan Sabda Kebaikan di dalam hati keluarga kami dan dapat melakukan karya-karya biar kecil sekalipun namun menjadi berkat bagi sesama. Kami mohon…

U: Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

P: Marilah kita berdoa bersama-sama.

P+U : Doa Untuk Keluarga

Puji Syukur, No. 162

Ya Allah, Bapa sekalian insan, Engkau menciptakan manusia dan menghimpun mereka menjadi satu keluarga, yakni keluarga-Mu sendiri. Engkau pun telah memberi kami keluarga teladan, yakni keluarga kudus Nazaret, yang anggota-anggotanya sangat takwa kepada-Mu dan penuh kasih satu sama lain.

Terima kasih, Bapa, atas teladan yang indah ini. Semoga keluarga kami selalu Kau dorong untuk meneladan keluarga kudus Nazaret.

Semoga keluarga kami tumbuh menjadi keluarga Kristen yang sejati yang dibangun atas dasar iman dan kasih : kasih akan Dikau dan kasih antar semua anggota keluarga.

Ajarlah kami hidup menurut Injil, yaitu rukun, ramah, bijaksana, sederhana, saling menyayangi, saling menghormati, dan saling membantu dengan ikhlas hati.

Hindarkanlah keluarga kami dari marabahaya dan malapetaka; sertailah kami dalam suka dan duka; tabahkanlah kami bila kami sekeluarga menghadapi masalah-masalah.

Bantulah kami agar tetap bersatu padu dan sehati sejiwa; hindarkan kami dari perpecahan dan percekcokan.

Jadikanlah keluarga kami ibarat batu yang hidup untuk membangun jemaat-Mu menjadi Tubuh Kristus yang rukun dan bersatu padu.

Berilah kepada keluarga kami rezeki yang cukup. Semoga kami sekeluarga selalu berusaha hidup lebih baik di tengah-tengah jemaat dan masyarakat.

Jadikanlah keluarga kami garam dan terang dalam masyarakat.

Semoga keluarga kami selalu setia mengamalkan peran ini kendati harus menghadapi aneka tantangan. Ya Bapa, kami berdoa pula untuk keluarga yang sedang dilanda kesulitan. Dampingilah mereka agar jangan patah semangat. Terlebih kami sangat prihatin untuk keluarga-keluarga yang berantakan. Jangan biarkan mereka ini hancur. Sebaliknya berilah kekuatan kepada para anggotanya untuk membangun kembali keutuhan keluarga.

Semua ini kami mohon kepada-Mu, Bapa keluarga umat manusia, dengan pengantaraan Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin.

L: Ya Bapa, itulah doa-doa kami. Bantulah keluarga kami untuk menjalankan Masa Prapaskah ini dengan baik sehingga seluruh hidup keluarga kami dipenuhi sabda Allah dan diberkati Allah. Dengan demikian keluarga kami selalu memuji Allah Tritunggal yang Mahakudus sepanjang segala masa.

U: Amin.

P: Saudara-saudari sekalian marilah kita satukan segala ujud dan permohonan kita dengan doa yang diajarkan oleh Yesus kepada kita.

U: Bapa Kami…

PENUTUP

Doa Penutup

P: Ya Allah Bapa di surga, kami bersyukur kepada-Mu karena Bapa memberi kami santapan Sabda dalam ibadat ini. Semoga keluarga kami membuka hati supaya Yesus memenuhi diri keluarga kami dengan Sabda.

Kami mohon, semoga Roh Kudus membantu keluarga kami untuk melaksanakan sabda Allah di dalam hidup keluarga kami. Dengan demikian keluarga kami juga dapat mengambil bagian dalam melaksanakan karya-karya meski kecil sekalipun. Kami memuji dan meluhurkan Dikau, ya Allah Tritunggal yang Mahakudus sepanjang segala masa.

U: Amin.

Berkat Pengutusan

P: Marilah kita mohon berkat Tuhan, supaya segala upaya kita menyiapkan perayaan Paskah mencapai hasil seperti yang kita harapkan dan supaya semoga keluarga kita semakin dapat hidup dan pantang menyerah dengan menghayati nasihat-nasihat Injil.

− hening sejenak −

P: Tuhan beserta kita.

U: Sekarang dan selama-lamanya.

P: Semoga kita sekalian diberkati oleh Allah yang Mahakuasa, Bapa, Putra, dan Roh Kudus.

U: Amin.

P: Dengan demikian ibadat kita sudah selesai.

U: Syukur kepada Allah.

P: Marilah pergi dan senantiasa mewartakan kasih Tuhan, kita diutus.

U: Amin.

Lagu Penutup

Pemandu pertemuan ini adalah Bpk. F.X Suhardiono

 

Selasa, 23 Februari 2016

APP pertemuan III




PERTEMUAN III
KELUARGA YANG PANTANG MENYERAH

Tujuan : Umat menyadari dan memahami bahwa keluarga Katolik harus memiliki semangat pantang menyerah dalam kehidupan. Keluarga Kudus Nazaret adalah teladan keluarga yang bersemangat pantang menyerah.

PEMBUKAAN

Lagu Pembuka: PS No. 642

Tanda Salib dan Salam
P: † Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus.
U: Amin.
P: Rahmat Tuhan kita Yesus Kristus, cinta kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus beserta kita.
U: Sekarang dan selama-lamanya.

Pengantar

Saudara-saudari yang terkasih pada pertemuan pertama, kita telah melihat betapa banyaknya situasi baik positif maupun negatif yang terjadi dalam keluarga Katolik saat ini.

Kita disadarkan dengan keadaan-keadaan yang mungkin sebelumnya tidak pernah kita ketahui, dan kita diajak peka terhadap keadaan yang ada.

Pada pertemuan kedua, kita telah mengetahui dasar keluarga yang utama yaitu kasih. Bagaimana sebuah kasih yang tulus mampu menjadi pondasi utama bagi keluarga kita. Akan tetapi pada prosesnya, keluarga pun tidak luput dari permasalahan.

Kini kita diajak untuk senantiasa bekerja, berjuang, dan tidak pernah menyerah menghadapi berbagai permasalahan yang terjadi. Singkatnya, kita diajak untuk terus berjuang dan tidak lupa menyerahkan segala perjuangan kita kepada penyempurnaan Allah Sang Kesempurnaan itu sendiri.

Pernyataan Tobat

P: Saudara-saudari, sebelum kita mendengarkan Sabda Allah dan merenungkannya, marilah kita menyiapkan diri dengan mohon ampun kepada Allah atas dosa-dosa kita.

− hening sejenak −

P: Tuhan Yesus Kristus, Engkau memanggil kami supaya berbuat yang benar. Tuhan, kasihanilah kami.

U: Tuhan, kasihanilah kami.

P: Engkau menanggung dosa kami supaya kami bebas dari kekuasaan dosa dan dapat hidup menurut kehendak Allah. Kristus, kasihanilah kami.

U: Kristus, kasihanilah kami.

P: Engkau menderita bagi kami supaya kami selamat dan mengikuti jejak-Mu. Tuhan, kasihanilah kami.

U: Tuhan, kasihanilah kami.

P: Semoga Allah yang Maharahim mengasihani kita, mengampuni dosa kita, dan mengantar kita ke hidup yang kekal.

U: Amin.

Doa Pembukaan

P: Marilah kita berdoa

P+U : Allah Bapa kami yang Maharahim, kami bersyukur kepada-Mu atas kesempatan bertemu kembali sebagai keluarga-Mu. Kami mohon terang Roh Kudus-Mu bagi kami semua yang hadir di sini untuk menuntun kami agar mampu mendengarkan, menghayati, dan mengamalkan sabda-Mu, khususnya di dalam kehidupan keluarga kami masing-masing . Semoga dengan mengikuti teladan Keluarga Kudus yang tidak pernah menyerah dan terus bekerja, kami semakin dikuatkan dalam iman kami dengan nasehat-nasehat Injil Suci-Mu dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persekutuan dengan Roh Kudus, Allah sepanjang segala masa. Amin.

PENDALAMAN IMAN

Kisah Kehidupan

“Ibuku adalah seorang tukang cuci, ayahku sudah tiada, dan ya kakakku dan aku bukanlah orang kaya, tapi itu tidak membuat kami berpikir untuk menyerah”.

Demikian kata-kata seorang Napoleon Bonaparte pada masa mudanya, ya ia adalah Kaisar Prancis dan penakluk Eropa yang amat terkenal.

Ia awalnya berasal dari keluarga bangsawan yang terkenal di Corsica. Ayahnya adalah seorang pengacara yang terkenal namun meninggal tidak lama setelah Napoleon masuk ke akademi militer. Napoleon banyak mendapat tekanan semasa dia belajar di akademi militer karena ia adalah orang Corsica yang merupakan jajahan Prancis.

Setelah ia selesai kuliah militer, ia pulang ke Corsica namun berselisih paham dengan Jenderal Paoli di sana. Bahkan Jenderal Paoli memerintahkan para pasukan untuk membakar dan merampas habis harta di rumah Napoleon. Akibatnya Napoleon dan kakaknya harus membawa ibu, dan kelima adiknya lari mengungsi ke Marseille, Prancis. Di sinilah keluarga mereka mengalami banyak cobaan dan kesulitan keuangan.

Kebangsawanan dan ekonomi mereka jatuh seketika, ibunya dan adik perempuannya harus menjadi tukang cuci demi mencukupi kebutuhan keluarga. Seringkali bahkan mereka hanya memiliki 3 roti untuk 8 orang.

Adiknya yang masih kecil-kecil sering menangis karena kelaparan dan kedinginan. Namun mereka sekeluarga tidak pernah menyerah dan terus bekerja. Setiap ditanya oleh orang lain, Napoleon, kakak, dan semua adiknya selalu dengan bangga berkata “Ibu kami, oh dia adalah seorang tukang cuci yang mencintai anak-anaknya”.

Meski banyak mengalami kesulitan namun Napoleon dan keluarganya tetap mempertahankan kebersamaan mereka, salah satunya adalah dengan rajin mengikuti perayaan Ekaristi setiap hari Minggu.

Singkat cerita pada akhirnya Napoleon masuk ke angkatan militer Prancis, dari sana karirnya terus meningkat pesat hingga akhirnya ia menjadi konsul pertama dalam sejarah Prancis, dan puncaknya adalah menjadi Kaisar Prancis dan menaklukan hampir seluruh Eropa.

Demikian juga kakak dan seluruh adiknya semua kelak menjadi orang yang amat sukses dan adiknya juga ia angkat menjadi raja di negara yang ia taklukkan.

Ibunya tetap hidup sederhana sampai akhir hayatnya dan menolak untuk tinggal di istana. Bahkan ketika Napoleon kalah dalam perang terakhirnya dan dibuang ke pulau terpencil Santa Helena, hingga akhirnya meninggal karena sakit.

Ibunya dan beberapa adiknya selalu berada di sisinya dan menemaninya melewati hari-hari terakhirnya. Itulah kisah keluarga sang penakluk dunia yang terkenal dengan kata-kata “dalam kamus hidupku tidak pernah ada kata mustahil”.
 
Bacaan Kitab Suci (Mat 13:53-58)


  • 53. Setelah Yesus selesai menceriterakan perumpamaan-perumpamaan itu, Iapun pergi dari situ
  • 54.Setibanya di tempat asal-Nya, Yesus mengajar orang-orang di situ di rumah ibadat mereka. Maka takjublah mereka dan berkata: "Dari mana diperoleh-Nya hikmat itu dan kuasa untuk mengadakan mujizat-mujizat itu? 
  • 55.Bukankah Ia ini anak tukang kayu? Bukankah ibu-Nya bernama Maria dan saudara-saudara-Nya: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas? 
  • 56.Dan bukankah saudara-saudara-Nya perempuan semuanya ada bersama kita? Jadi dari mana diperoleh-Nya semuanya itu?" 
  • 57.Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. Maka Yesus berkata kepada mereka: "Seorang nabi dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri dan di rumahnya". 
  • 58.Dan karena ketidakpercayaan mereka, tidak banyak mujizat diadakan-Nya di situ.

Dialog Interaktif Berdasarkan Kisah Kehidupan dan Bacaan Kitab Suci
  1. Apa yang menjadi sumber kekuatan dalam kisah keluarga Napoleon?
  2. Mengapa Yesus ditolak di tempat asal-Nya? Bagaimana reaksi orang-orang di tempat asal-Nya setelah mengetahui bahwa Yesus hanyalah anak Yusuf si tukang kayu?
  3. Apakah dengan menghadapi situasi yang tidak mengenakkan ini, Yesus dan keluarga-Nya  merasa malu dan minder? Semangat macam apakah yang membuat mereka tetap menjalani kehidupan apa adanya?
  4. Apakah Anda (dan keluarga Anda) pernah memiliki pengalaman seperti keluarga Napoleon dan keluarga Yesus? Semangat apakah yang membuat Anda (dan keluarga Anda) tetap bertahan hingga sekarang ini? Silahkan Anda berbagi.


POKOK-POKOK RANGKUMAN/RENUNGAN
  • Tidak pernah ada keluarga yang sempurna, dan setiap keluarga pasti memiliki masalahnya masing-masing. Tetapi di dalam segala permasalahan itulah sebenarnya keluarga mengembangkan diri dan dibentuk sedemikian rupa. Hal yang harus dilakukan oleh keluarga adalah tidak pernah menyerah dan selalu memohon penyempurnaan Allah dalam menghadapi berbagai kesulitan.
  • Status dan keadaan keluarga seringkali membuat sebuah keluarga dipandang remeh oleh masyarakat. Hal itulah yang pernah dialami oleh Napoleon dan keluarganya. Kita dapat melihat bagaimana perjuangan Napoleon dan keluarganya dalam mengatasi segala permasalahan yang terjadi. Bagaimana mereka tidak pernah berhenti bekerja, dan yang terpenting adalah bagaimana mereka tetap bangga dengan keluarganya apapun yang terjadi. Hal ini menjadi penting karena kebanggaan akan keluarga berarti adanya rasa memiliki dan keterikatan satu sama lain yang luar biasa. Keadaan tidak mampu mengalahkan cinta kasih yang ada dalam keluarga.
  • Penolakan dan cibiran dari orang lain juga pernah dialami oleh Yesus dalam karya pelayanan-Nya. Orang tidak melihat Yesus sebagai guru dan penyelamat yang datang ke dunia. Ia diremehkan dan tidak dipercaya karena ia hanyalah anak tukang kayu. Tetapi kita dapat melihat bahwa tidak pernah sekalipun Yesus mengeluhkan keadaan orang tuanya. Ia sungguh mencintai keluarga-Nya dengan begitu mendalam dan kita bisa meyakini bahwa Ia sangat mencintai Maria dan Yosef. Injil memang tidak menulis kisah Keluarga Kudus setelah Yesus berusia 12 tahun. Namun Injil Lukas yang menceritakan Yesus hilang di Bait Allah (Luk 2:41-52), menuliskan “Yesus semakin bertambah besar dan bertambah hikmat, makin dikasihi oleh Allah dan manusia (ayat 52). Dari ayat tersebut, kita dapat menyimpulkan bahwa orang tua Yesus selalu menjaga-Nya dan bersama-sama berproses serta berkembang dalam satu keluarga. Yosef dan Maria merawat Yesus dalam keheningan panjang, dan dalam penyerahan diri secara total kepada Allah.
  • Keluarga juga tidak pernah boleh berhenti bekerja, mengapa? Karena sejak awal mula manusia diciptakan sebagai rekan kerja Allah. Oleh sebab itulah sebagai manusia kita tidak pernah boleh berhenti bekerja. Keluarga harus menjadi sekolah bagi setiap manusia untuk berkembang dan mencintai kerja. Tapi lebih dari itu, segala kerja yang dilakukan oleh keluarga harus menjadi suatu bentuk doa dan persembahan diri bagi Allah. Bunda Teresa menyebutnya “Ora Et Labora” atau “berdoa dan bekerja”. Sementara para Karmelit menyebutnya “Ora In Labora” atau berdoa dalam bekerja”. Melalui kerja dan sikap pantang menyerah keluarga diajak untuk mau menyerahkan segalanya kepada Allah dan senantiasa memohon penyempurnaan dari Allah Sang Kesempurnaan.


DOA UMAT
P: Allah Bapa yang Mahabaik, Engkau menghendaki agar keluarga-keluarga Katolik yang telah Engkau bangun melalui perkawinan sah dan sakramental dapat hidup bahagia. Bapa dengarlah doa dan permohonan umat-Mu ini.

L: Ya Bapa semoga para pemimpin Gereja mampu menanamkan sabda-Mu dalam diri kami sehingga kami menjadi pelaku sabda-Mu yang setia. Kami mohon…

U: Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

L: Ya, Bapa semoga keluarga-keluarga yang sedang mengalami konflik mampu menyelesaikan permasalahan mereka dalam terang Injil. Kami mohon…

U: Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

L: Ya, Bapa semoga setiap keluarga senantiasa bersemeangat, dan pantang menyerah dalam menjalani kehidupan. Kami mohon…

U: Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

P: Marilah kita berdoa bersama-sama.

P+U : Doa Untuk Keluarga

Puji Syukur, No. 162

Ya Allah, Bapa sekalian insan, Engkau menciptakan manusia dan menghimpun mereka menjadi satu keluarga, yakni keluarga-Mu sendiri. Engkau pun telah memberi kami keluarga teladan, yakni keluarga kudus Nazaret, yang anggota-anggotanya sangat takwa kepada-Mu dan penuh kasih satu sama lain.

Terima kasih, Bapa, atas teladan yang indah ini. Semoga keluarga kami selalu Kau dorong untuk meneladan keluarga kudus Nazaret.

Semoga keluarga kami tumbuh menjadi keluarga Kristen yang sejati yang dibangun atas dasar iman dan kasih : kasih akan Dikau dan kasih antarsemua anggota keluarga.

Ajarlah kami hidup menurut Injil, yaitu rukun, ramah, bijaksana, sederhana, saling menyayangi, saling menghormati, dan saling membantu dengan ikhlas hati.

Hindarkanlah keluarga kami dari marabahaya dan malapetaka; sertailah kami dalam suka dan duka; tabahkanlah kami bila kami sekeluarga menghadapi masalah-masalah.

Bantulah kami agar tetap bersatu padu dan sehati sejiwa; hindarkan kami dari perpecahan dan percekcokan.

Jadikanlah keluarga kami ibarat batu yang hidup untuk membangun jemaat-Mu menjadi Tubuh Kristus yang rukun dan bersatu padu.

Berilah kepada keluarga kami rezeki yang cukup. Semoga kami sekeluarga selalu berusaha hidup lebih baik di tengah-tengah jemaat dan masyarakat.

Jadikanlah keluarga kami garam dan terang dalam masyarakat. Semoga keluarga kami selalu setia mengamalkan peran ini kendati harus menghadapi aneka tantangan.

Ya Bapa, kami berdoa pula untuk keluarga yang sedang dilanda kesulitan. Dampingilah mereka agar jangan patah semangat.

Terlebih kami sangat prihatin untuk keluarga-keluarga yang berantakan. Jangan biarkan mereka ini hancur. Sebaliknya berilah kekuatan kepada para anggotanya untuk membangun kembali keutuhan keluarga.

Semua ini kami mohon kepada-Mu, Bapa keluarga umat manusia, dengan pengantaraan Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin.

L: Allah Bapa di surga, demikianlah permohonan kami semoga Keluarga Nazaret tetap menjadi teladan bagi kami semua, dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami.

U: Amin.

P: Saudara-saudari sekalian marilah kita satukan segala ujud dan permohonan kita dengan doa yang diajarkan oleh Yesus kepada kita.

U: Bapa Kami…

PENUTUP

Doa Penutup

P: Allah Bapa kami yang Mahabaik, kami bersyukur atas segala rahmat yang Kauberikan kepada kami sehingga kami dapat berbagi pengalaman iman dalam mengolah konflik kehidupan kami khususnya persoalan-persoalan dalam rumah tangga. Semoga kami sebagai pribadi dalam keluarga mampu menyadari Kerahiman Ilahi sehingga Kerahiman Ilahi itu tumbuh dan berakar dalam rumah tangga kami masing-masing. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami.

U: Amin.

Berkat Pengutusan
P: Marilah kita mohon berkat Tuhan, supaya segala upaya kita menyiapkan perayaan Paskah mencapai hasil seperti yang kita harapkan dan supaya semoga keluarga kita semakin dapat hidup dan pantang menyerah dengan menghayati nasihat-nasihat Injil.

− hening sejenak −

P: Tuhan beserta kita.

U: Sekarang dan selama-lamanya.

P: Semoga kita sekalian diberkati oleh Allah yang Mahakuasa, Bapa, Putra, dan Roh Kudus.

U: Amin.

P: Dengan demikian ibadat kita sudah selesai.

U: Syukur kepada Allah.

P: Marilah pergi dan senantiasa mewartakan kasih Tuhan, kita diutus.

U: Amin.

Lagu Penutup : PS No. 443



Pertemuan APP ketiga dipandu oleh Bpk. Theodorus Sukendro.